Ini bukan posisi favoritku. Namun sudahlah, aku sudah bermain cukup lama di lini pertahanan lawan tetapi hasilnya tetap saja nihil. Empat puluh lima menit dan aku hanya kebagian satu kali percobaan. Itu pun dengan mudah ditangkap oleh penjaga gawang. Pertahanan mereka terlalu kuat sementara aku bukanlah pemain bertipe fighter seperti Didier Drogba. Setiap kali bola datang entah dari bawah atau atas, akhirnya sama. Pemain belakang mereka menabrak lalu merebut bolanya.
Lebih parahnya lagi aku terbawa emosi. Sewaktu ketika salah satu dari pemain belakang mereka menabrakku. Aku terjatuh dan melihat orang itu merebut bola dan berlari ke arah gawang kami. Amarah tadi mendorong badanku berdiri dan mengejarnya. Setelah cukup dekat aku sangkutkan kaki kananku pada kakinya. Mampuslah dia terjatuh



